Umat Hindu melakukan persembahyangan Hari Pagerwesi di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (27/4).(Antara)

Liputan6.com, Bandung – Berdasarkan kalender Bali, hari ini, Rabu (26/10/2022) merupakan hari yang bertepatan dalam Hari Raya Pagerwesi. Perayaan ini merupakan hari raya yang dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia dan jatuh setiap hari Rabu Kliwon Wuku Sinta.

Perayaan ini juga merupakan hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap empat hari setelah Hari Saraswati.

Dikutip dari Instagram @filsafat_hindu, dijelaskan bahwa hari Pagerwesi dalam lontar Sundarigama (lontar yang sangat dimuliakan umat Hindu, khususnya Bali) merupakan pemujaan kepada Paramesthi Guru atau guru dari segala guru.

Dikutip dari Disbud Provinsi Bali juga dijelaskan bahwa perayaan ini dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru atau Tuhan sebagai guru alam semesta.

Pagerwesi sendiri mempunyai arti dari kata Pager yang berarti pagar atau pelindung serta Wesi yang berarti besi. Maka dari itu, Pagar Besi mempunyai arti menjadi suatu sikap keteguhan dari iman serta ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia.

Pagerwesi ini juga salah satunya untuk terhindar dan dijauhkan dari sifat Awidya (kegelapan) yang ada dalam diri manusia bilamana tidak dikendalikan. Karena sifat awidya jika tidak terkendalikan dapat menimbulkan berbagai macam tindakan mulai dari iri, dengki, marah, kejam, memfitnah, dan lain sebagainya sikap-sikap kegelapan.

Pada acara Gedung Putih untuk menandai hari raya Hindu Diwali, Presiden Biden menggambarkan pencalonan Sunak sebagai perdana menteri Inggris berikutnya sebagai “tonggak terobosan”.

Makna Perayaan

Umat Hindu bersembahyang Hari Pagerwesi di Pura Jagatnatha, Denpasar, Rabu (29/9). Hari Pagerwesi merupakan rangkaian perayaan Hari Saraswati yaitu hari turunnya ilmu pengetahuan ke dunia.(Antara)

Adapun makna dari perayaan ini merupakan hari yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang diturunkan melalui para guru, ilmu pengetahuan tersebut mengalir serta melembaga dalam proses mewujudkan jagadhita.

Guru yang harus dihormati disini catur guru. Mereka, antara lain Guru Rupaka (orangtua), Guru Pengajian (guru di sekolah), Guru Wisesa (pemerintah), hingga Guru Swadyaya (Ida Sanghyang Widhi).

Peringatan hari raya ini sebagai pengingat bahwa manusia haruslah mempunyai keteguhan iman dalam hidup di dunia, berdasarkan pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk jalan kebaikan karena tanpa ilmu pengetahuan umat manusia kembali kepada zaman kegelapan dan semua akan terasa sangat sulit.

Hari Raya Pagerwesi juga diperingati dengan cara melakukan persembahyangan mulai dari Sanggah atau Merajan di tempat bersembahyang di lingkungan rumah tangga ataupun ke Pura di lingkungan desa atau Pura Kahyangan Jagat lainnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.